Emosi-adalah-definisi-properti-fungsi-jenis-komponen

Emosi adalah: definisi, properti, fungsi, jenis, komponen

Pahami emosi
Buka baca cepat

Emosi adalah keadaan di mana seseorang mengungkapkan pikiran dan perasaannya, termasuk sikap dan tingkah lakunya, yang diungkapkan dalam bentuk ekspresi tertentu. Emosi juga diartikan sebagai respon terhadap seseorang atau suatu peristiwa. Biasanya ekspresi emosional dapat ditunjukkan ketika seseorang sedang marah, kecewa, merasa senang akan sesuatu, atau takut akan sesuatu.
Pahami emosi menurut para ahli

Emosi-adalah-definisi-properti-fungsi-jenis-komponen

Berikut beberapa pengertian emosi menurut para ahli, di antaranya:

1. James Lange

Menurut James, emosi adalah persepsi perubahan tubuh. James mengatakan bahwa emosi adalah saat kita sedih, saat kita menangis, marah saat kita takut. James dan Carl menyarankan gagasan tentang urutan peristiwa dalam emosi. Individu menerima situasi dan menciptakan emosi. Individu menanggapi dan memperhatikan situasi. Persepsi reaksi membentuk dasar emosi yang dirasakan. Pengalaman emosional terjadi setelah perubahan fisik melalui sistem saraf otonom.

2. Setelah Soergada Poerbakawatja

Menurut Soergada, emosi merupakan respons terhadap stimulan yang menyebabkan perubahan fisiologis yang disertai dengan perasaan yang kuat dan biasanya disertai kemungkinan terjadinya wabah. Reaksi semacam itu terjadi pada perasaan eksternal dan internal. Dengan pemahaman emosi ini, menurut Soergada, terdapat perbedaan yang jelas antara perasaan dan emosi. Bahkan jelas bahwa perasaan terkandung dalam emosi atau menjadi bagian dari emosi.

3. Hathersall (1985)

Menurut Hathersall, emosi adalah pengalaman psikologis dan subjektif yang muncul dari reaksi wajah dan tubuh. Misalnya, remaja yang marah menunjukkan wajah merah, wajah menakutkan dan postur tegang, berperilaku seperti tendangan atau serangan dan detak jantung yang cepat.
4. Daniel Goleman

Menurut Daniel, emosi adalah aktivitas atau pergolakan perasaan, pikiran, keinginan, dan kondisi mental yang intens dan berlebihan. Dia menjelaskan bahwa emosi berhubungan dengan perasaan dan pikiran yang khas, keadaan biologis dan psikologis dari serangkaian kecenderungan tindakan.
Baca Lainnya: Memahami Wabah

5. Setelah Chaplin

Menurut Chaplin, emosi adalah keadaan terangsang dari organisme yang mencakup perubahan sadar yang sangat diakibatkan oleh perubahan perilaku ini. Chaplin juga membedakan emosi dari perasaan, dan dia mengatakan bahwa perasaan adalah pengalaman sadar yang diaktifkan baik oleh rangsangan eksternal atau oleh berbagai keadaan fisik.
Sifat emosi

Berikut beberapa ciri-ciri seseorang mengalami emosi, antara lain:

Subyektif artinya emosi lebih subjektif daripada peristiwa psikologis lainnya, seperti berpikir.
Staggering berarti emosi dapat berubah seiring waktu.
Hubungan dengan panca indera merupakan emosi yang muncul ketika orang melihat sesuatu yang terjadi di depan mata mereka.
Perubahan fisik pada manusia merupakan emosi yang menyebabkan perubahan fisik pada diri seseorang. Misalnya, jika seseorang takut makanan, mereka terlihat pucat.
Emosi yang diekspresikan dengan tingkah laku misalnya ketika seseorang sedang marah, tingkah lakunya cenderung meledak.
Terjadi karena suatu pengalaman pribadi, misalnya seseorang yang takut pada suatu benda karena pernah mengalami pengalaman buruk dengan benda tersebut.
Emosi sebagai motif, yaitu seseorang dapat melakukan sesuatu karena dipicu oleh emosinya. Misalnya, seseorang melakukan tindakan kekerasan karena amarah atau kebencian.

Fungsi emosi

Fungsi emosi meliputi:

Membantu orang memecahkan masalah.
Tindakan ini termasuk mengumpulkan makanan, menemukan tempat berlindung, memilih pasangan, melindungi dari predator, dan memprediksi perilaku.
Emosi memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku orang dan orang lain.

Fungsi emosi menurut psikologinya adalah sebagai berikut:

Menghasilkan tanggapan otomatis. Misalnya, Anda bertemu dengan binatang buas tanpa memikirkan apa pun. Yang Anda lakukan adalah shock, ketakutan, dan Anda bisa lari demi alasan keamanan juga. Artinya, situasi krisis dapat diatasi karena Anda bereaksi secara otomatis.
Sesuaikan reaksi dengan kondisi tertentu. Misalnya, jika seseorang yang Anda cintai dan sayangi meninggalkan Anda, Anda akan merasa sedih. Adanya kesedihan ini membuat Anda menyesuaikan diri dengan respons yang benar terhadap keadaan kehilangan, misalnya: Anda akan berusaha menjadi kuat dan sabar.
Memotivasi tindakan. Emosi tertentu memicu

 

BACA JUGA :