pantun-berkait

Pengertian Pantun Berkait, Ciri Beserta Contohnya

Hari ini kita akan membahas puisi terkait. Penjelasan berikut juga mencakup fitur dan contoh ayat terkait. Agar lebih jelas, baca artikel berikut ini sampai selesai:

pantun-berkait

Arti puisi terkait

Ayat terkait adalah salah satu jenis ayat yang disatukan menurut aturan ayat dan dihubungkan bersama antara ayat pertama dan ayat berikutnya hingga ayat terakhir. Untuk menggubah atau mengarang puisi terkait tersebut, konsep cerita serta plotnya harus ditentukan.

Ayat terkait atau ayat terkait adalah ayat yang disusun secara berurutan di mana bait pertama memiliki hubungan yang jelas dengan bait berikutnya dengan bait terakhir. Biasanya puisi jenis ini memiliki lebih dari dua bait.

Properti puisi terkait

Di bawah ini adalah ciri-ciri puisi terkait, di antaranya:

  • Baris kedua dan keempat digunakan sebagai baris pertama dan ketiga dari bait kedua.
  • Baris kedua dan keempat digunakan untuk menjadi baris pertama dan juga baris ketiga.
  • Bentuknya terikat (dirantai)
  • Empat baris terdiri dari satu duplikat
  • Sajak terakhir terikat atau diselingi.
  • Diantaranya, satu dengan bait yang berbeda, ada keterkaitan antara makna atau isi ceritanya.
  • Ada unsur-unsur seperti nasehat, sindiran, teguran, agama, kritik, ilmu pengetahuan, asmara dan sebagainya.

Contoh puisi terkait

Berikut beberapa contoh puisi terkait, termasuk:

Contoh puisi yang berhubungan dengan pendidikan

√ Mendinginkan sepuluh
√ Yang tewas tersisa sembilan
√ Serius meminta pengetahuan
√ Agar Anda tidak ketinggalan

√ Mendinginkan sembilan
√ Mati tersisa delapan
√ Pengetahuan dapat meninggalkan sesuatu
√ Tapi jangan putus asa

√ Mendinginkan delapan
√ Satu mati, hanya tersisa tujuh
√ Hidup harus penuh harapan
√ lakukan seperti yang dilakukan

Contoh puisi religi

√ Di sarang burung pohon,
√ burung terbang di luar angkasa,
√ Dalam diri kita itu dilarang
√ Jangan pernah berbuat dosa.
√ burung terbang di luar angkasa,
√ Jatuh ke laut dan tenggelam,
√ Jangan pernah berbuat dosa
√ Wahai Muslim.

√ Jatuh ke laut dan tenggelam,
√ Sayap tubuh yang patah terbelah,
√ Wahai Muslim,
√ Bangun iman kepada Tuhan.

Contoh puisi yang berhubungan dengan lelucon

√ Oh bulan, di mana bintang-bintangnya?
√ Pada pucuk pohon ara
√ Oh pak, di mana kamu tersesat?
√ Di kamar pembantu
√ Pada pucuk pohon ara
√ Daun yang lebat umumnya rindang
√ Tersesat di luar angkasa untuk menjadi perawan
√ Minta rokok saja

Contoh puisi terkait tentang romansa

√ Kaum muda suka bermain dengan mata mereka
√ Mainkan poin sambil berdiri
√ Kamu suka bermain cinta
√ tetapi Anda tidak ingin introspeksi
√ Mainkan poin sambil berdiri
√ Mainkan cinta tanpa perasaan
√ tetapi Anda tidak ingin introspeksi
√ karena Anda tidak punya perasaan

√ Mainkan cinta tanpa perasaan
√ Mainkan api harus hati-hati
√ karena Anda tidak punya perasaan
√ Itulah mengapa kamu sering bermain-main dengan hatimu

Contoh puisi terkait tentang kehidupan

√ Jalan lurus menuju Payakumbuh
√ Jalan raya jati
√ dimana hati tidak kesal
√ Ibu meninggal, ayah pergi
√ Jalan raya jati
√ Angin mematahkan cabang-cabangnya
√ Ibu meninggal, ayah pergi
√ dimana hadiah akan diserahkan

Semoga sekian penjelasan tentang makna puisi, ciri, dan contoh terkait dapat bermanfaat bagi Anda.

Sumber :