Pola-belanja-masyarakat-di-masa-pandemi-COVID-19

Pola belanja masyarakat di masa pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 telah mengubah semua aspek kehidupan, termasuk perilaku belanja masyarakat Indonesia. Hal ini dikonfirmasi oleh survei Global Consumer Insights 2020 oleh PricewaterhouseCoopers. Dari survei ini kita bisa melihat persentase perubahan perilaku belanja masyarakat sebelum dan sesudah pandemi.

Pola-belanja-masyarakat-di-masa-pandemi-COVID-19

Hasil survei yang dipublikasikan pada 13 Agustus 2020 menunjukkan bahwa masyarakat beralih dari belanja offline ke belanja online

. Hal ini dikarenakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19.
Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Prioritas Belanja Publik Indonesia

Di masa pandemi, banyak industri merasakan pahitnya penurunan transaksi. Menurut data PricewaterhouseCoopers, masyarakat mengurangi transaksi di lima sektor komoditas. Kelima bidang produk tersebut meliputi makanan siap saji atau gastronomi (22%), peralatan kantor (25%) dan produk kecantikan (27%).

Selain itu, peralatan olahraga dan luar ruang kehilangan konsumen sebesar 27%

dan pakaian sebesar 32%. Kelima sektor produk ini dinilai kurang dibutuhkan di masa pandemi COVID-19.
Perbedaan perilaku belanja setelah dan sebelum pandemi COVID-19

Ditemukan bahwa 69% orang memilih berbelanja online untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, kondisi itu berubah setelah PSBB dicabut karena masyarakat kembali berbelanja offline. Angka ini turun 12% menjadi 57% setelah kebijakan PSBB dicabut. Artinya, masyarakat Indonesia kembali berbelanja offline.

Fakta menarik bisa dilihat dari persentase jenis barang yang dibeli masyarakat sebelum dan sesudah pandemi. Dikutip Bisnis.tempo.com, ada lima jenis produk yang banyak digunakan sebelum pandemi, yakni kebutuhan sehari-hari (55%), travel (50%), makan di luar (50%), pengembangan diri (24%) . , acara budaya dan seni (21%).

Keadaan ini telah berubah sepenuhnya selama pandemi COVID-19

karena orang memiliki prioritas baru yang perlu dipenuhi. Jika masyarakat global lebih fokus pada makanan sehari-hari, masyarakat Indonesia akan banyak membeli produk kesehatan sebesar 77%.

Masyarakat juga mengincar produk kesehatan saat berbelanja kebutuhan sehari-hari (67%), hiburan dan media (54%), dan saat berbelanja restoran atau makanan siap saji (47%). Menariknya, dengan pangsa 32%, masyarakat juga tertarik untuk membeli produk taman dan peralatan rumah tangga.

Lebih suka belanja online atau offline di masa pandemi COVID-19? Jadi, produk mana yang paling sering Anda beli? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar kami.

LIHAT JUGA :

https://liga-indonesia.id/nomor-bot-stiker-wa/
https://jurubicara.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://jurubicara.id/vive-le-football-apk/
https://jurubicara.id/mutualan-telegram/
https://jurubicara.id/dls-2021-mod-apk/
https://jurubicara.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://www.chip.co.id/lightroom-mod-apk/
https://www.chip.co.id/codashop-pro-apk/
https://www.chip.co.id/among-us-mod-apk/
https://www.chip.co.id/pubg-mobile-mod-apk/
https://www.chip.co.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/ssstiktok/
https://psyline.id/ff-max-apk/
https://psyline.id/aplikasi-penghasil-saldo-dana/
https://www.i4startup.id/setvsel-apk/
https://t.me/belajarngeblogbareng/45
https://kricom.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://kricom.id/ff-max-apk/
https://jurubicara.id/instander-apk/